Dukung Persib Vs Arema, Ridwan Kamil Buka Baju

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, buka baju sambil memegang megafon untuk mendukung Persib kontra Arema di Palembang. Foto: Ricky Nugraha/suarabobotoh.com

TEMPO.CO, Jakarta – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil turut menyaksikan pertandingan semifinal Liga Super Indonesia antara Persib Bandung melawan Arema Cronus Malang di Stadion Jakabaring, Palembang, Selasa, 4 November 2014. Dalam partai bergengsi ini, Ridwan Kamil tak segan tampil topless atau membuka baju seperti ratusan Bobotoh Persib yang datang ke lokasi pertandingan.

Foto Ridwan yang tak berbaju dilansir oleh akun Twitter milik Viking Persib Club, @officialvpc. Ridwan membuka bajunya seperti para Bobotoh atau fan berat Persib yang tak tahan dengan hawa Palembang yang panas. “@ridwankamil Datang dengan semangat, pulang membawa kemenangan #PersibDay.. Dan akhirnya pun, @ridwankamil membuka bajunya sama seperti Bobotoh yang lain,” demikian celoteh akun @officialvpc.

Dalam foto tersebut, Ridwan tampak membawa sebuah megaphone untuk berbicara di hadapan para Bobotoh. Ridwan agaknya mengimbau para Bobotoh untuk menjaga ketertiban selama dan setelah pertandingan tersebut. Para Bobotoh pun membuat hashtag #PersibDay dan #BuligirDay di Twitter untuk menyambut laga semifinal melawan Arema itu.

Para Bobotoh beralasan mereka menggelar aksi buligir atau telanjang dada (bahasa Sunda) sebagai simbol untuk membela Persib. Selain itu, “Jakabaring, panas, thats why we take our shirt off! #PersibDay #BuligirDay,” demikian cuit akun @officialvpc.

Laga Persib melawan Arema akan berlangsung pada pukul 19.30 WIB. Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Kota Palembang Komisaris Tulus Sinaga mengatakan pihaknya menurunkan aparat keamanan lebih banyak dibandingkan dengan pertandingan reguler atau sebelum babak semifinal ini. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dari kelompok suporter yang datang dari daerah asal klub. “Pengawalan kami dari titik kedatangan hingga mereka pulang lagi,” kata Tulus kepada Tempo.

Selain Persib melawan Arema, laga semifinal LSI menghadirkan Pelita Bandung raya melawan Persipura Jayapura.

FERY FIRMANSYAH | PARLIZA HENDRAWAN

Sumber : Tempo

Klain Garansi Charger GPS Super Spring

Minggu kemarin sewaktu mau ke Jakarta eh mendadak malah charger gps Super Spring mati dan sampe membuat sikring dashboard mobil putus, mungkin ada yang konslet di dalam charger-nya. Ya, akhirnya karena darurat, sementar beli charger yang sejenis. Untung ada charger hp universal yang cocok. Jadi lah berangkat ke Jakarta pake charger darurat.


Ternyata charger hp itu gak semulus yang dibayangkan, yang jadi masalah adalah setiap kali mobil dimatikan, begitu dinyalakan gps selalu reset dan harus routing ulang. Karena ketidaknyamanan itu akhirnya saya memutuskan mau membeli charger original Super Spring aja.

Sekembalinya dari Jakarta, saya browsing mencari kali aja sekarang udah ada dealer atau servcice center di Tasikmalaya. Beruntung ternyata sekarang sudah ada. Di situs Raja GPS sudah ada kantor cabang, yang beralamat di Jl. H. Zaenal Mustofa No. 197  Kota Tasikmalaya, tlp (0265)333025.

Lokasi Cabang Super Spring Tasikmalaya

Setelah mencoba telepon, maksud saya tadinya mau membeli charger, eh  …. malah disarankan bawa aja charger rusaknya, bisa diganti koq. Memang sih, untuk charger (mobile dan listrik) itu digaransi seumur hidup, tapi saya ragu soalnya belinya sudah sangat lama dan di toko lain.

Ketika saya datang ke toko, benar aja, tanggapannya positif dan charger yang rusak langsung diganti dan free of charge alias gratis, nyesel deh beli charger darurat hahaha …. . Pelayanannya memuaskan deh ….

(Fenomena) Polisi Tidur yang Bisa Membahayakan

Keberadaan polisi tidur di jalanan yang sering kita lewati, mulai dari gang-gang sempit hingga jalan-jalan cukup besar menurut saya itu mencerminkan masyarakat kita yang arogan. Kalau masyarakat “normal”, gak mungkin jalan yang mulus diberi penghalang.

Mungkin bagi pembuat polisi tidur, hal itu dilakukan karena beranggapan bahwa kendaraan yang lewat di ruas tersebut selalu dengan kecepatan yang dianggap membahayakan. Padahal kalo dihubungkan dengan kelas jalan ‘kan ada kecepatan minimal untuk satu ruas jalan tertentu.

Masyarakat yang membuat polisi tidur mengasumsikan orang yang melintas jalanan itu semuanya tukang ngebut. Bahwa para pengendara semuanya ugal-ugalan; memacu kendaraannya seenaknya seakan-akan di sirkuit balap. Namun ketika si pembuat polisi tidur itu juga melintasi sebuah polisi tidur di kawasan lain, sesungguhnya dia juga dianggap seperti itu. Jadi kedua belah pihak (maaf) sama-sama gilanya ! hahaha …..

Maksud pembuatan polisi tidur pada mulanya sebagai pembatas kecepatan bagi kendaraan yang lewat. Sedangkan tujuannya untuk keselamatan. Keselamatan warga juga si pengendara. Namun acapkali masyarakat membuatnya secara berlebihan, baik jarak yang terlalu dekat maupun tinggi gundukannya.

Di satu sisi, keberadaan polisi tidur harus diakui menciptakan suasana keamanan jalan dan keselamatan lingkungan. Orang jadi berhati-hati tatkala melintasi polisi tidur. Namun di sisi lain, ia menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.

Hal lain yang menjengkelkan adalah keberadaan polisi tidur yang tidak dicat, sehingga ketika malam hari atau agak lengah akan sangat membahayakan pengendara. Pengendara sepeda motor bisa terjatuh. Dan bagi mobil, apabila sering melewati polisi tidur akan mengakibatkan kerusakan pada kaki-kaki mobil.

Kenapa polisi tidur bisa membahayakan ? Ketinggian polisi tidur yang “diizinkan” adalah 30 milimeter. Namun, di lapangan, polisi tidur bisa lebih tinggi dengan jarak yang tidak teratur.Sehingga akan sangat membahayakan.

Sebenarnya saya kira gak perlu lah dipasang polisi tidur sebanyak itu. Tinggal kembali ke kesadaran berkendara masing-masing. Ketika melewati komplek permukiman gak usah lah ngebut seperti sedang dikejar setoran hahaha …..

Susunan Kabinet Kerja Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla

Berikut susunan Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Muhammad Jusuf Kalla (JK) :

1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

2. Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago

3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo

4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan

5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti

6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya

7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Sudirman Said

8. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto

9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo

10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi

11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu

12. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly

13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara

14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi

15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofyan Djalil

16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro

17. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Rini M Soemarno

18. Menteri Koperasi dan UKM: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga

19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin

20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel

21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman

22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri

23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono

24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya

25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan

26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani

27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin

28. Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek

29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa

30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise

31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan

32. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: M Nasir

33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi

34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Jafar

Indonesia’s New President (Jokowi), Vice President (JK) are Radio Amateurs

President Joko “Jokowi” Widodo, YD2JKW

Indonesia’s new national leaders are both Amateur Radio licensees.

President Joko “Jokowi” Widodo, YD2JKW, holds a General class license. Vice President Jusuf Kalla, YC8HYK, is an Advanced class licensee.

Elected in July, Jokowi, 53, a former furniture exporter, and Kalla, 72, were inaugurated on October 20 in Jakarta. Indonesia is the world’s third-largest democracy, with a population of approximately 250 million.

Secretary of State John Kerry represented the US at the inauguration and met with the new president afterward. Jokowi previously served as governor of Jakarta and as mayor of Surakarta.

Source : ARRL

Hujan Datang, Banjir pun Datang

Setelah beberapa bulan dilanda musim kemarau, mulai deh orang-orang pada ngeluh. Keluhan pertama yang jelas adalah suhu terasa banget panasnya, sampai-sampai Bekasi di-meme-in gara-gara keluhan warga Bekasi di media sosial. Keluhan selanjutnya, jelas stok air tanah yang mulai menipis di beberapa tempat. Resikonya banyak yang harus sampai beli air buat kebutuhan sehari-hari.

Nah, … hari ini nampaknya jadi deh musim hujan dimulai. Tandanya udah keliatan, dari mulai mendung seharian dan turunnya hujan pembukaan yang disertai petir. Secara hitungan sederhana, bulan-bulan yang diakhiri -ber, biasanya sudah mulai musim hujan.

Barusan pun hujan agak besar sudah mulai turun. Tentunya semua warga bersyukur, karena keluhan-keluhan di awal tulisan nampaknya akan segera berakhir, digantikan dengan kesegaran dan terpenuhinya persediaan air.

Tetapi apa yang terjadi setelah hujan (agak) besar selama kurang dari 2 jam ? Nampak genangan di mana-mana. Penyebabnya hal yang menurut saya sangat sepele, run off yang meningkat. Run off yang meningkat ini disebabkan karena rendahnya daya meresapkan tanah. Ditambah lagi saluran drainase gagal menunaikan tugasnya.

Saluran drainase, menurut bahasa artinya untuk mengeringkan, karena kata dasarnya adalah drain. Jadi apabila tidak dapat mengalirkan air, makan gagal lah sistem drainase-nya. Secara hitungan teknis, sebenarnya saya yakin harusnya drainase masih berfungsi dengan baik paling tidak selama beberapa tahun, mungkin sampai 20 tahun. Karena saya yakin perhitungan perkiraaan debit airnya dalam kisaran tahun tertentu.

Hambatan yang terjadi umumnya disebabkan oleh sampah yang menumpuk di saluran drainase. Saya yakin seyakin-yakinnya kalo warga-lah yang membuang sampah ke saluran drainase, atau paling tidak sampah dibuang sembarangan sehingga ketika hujan, akan hanyut ke saluran drainase.

Yang kedua, mungkin karena adanya sedimentasi. Sedimentasi ini pun selain yang alami ada juga yang buatan  manusia. Saya sering melihat warga yang membuang tanah atau sejenisnya ke saluran. Akhirnya saluran pun mampet juga.

Yang ketiga, biasanya saluran ditumbuhi gulma. Sebenarnya gulma tidak terlalu menghambat aliran air. Tetapi hanya merusak  keindahan saja. Mungkin karena adanya gulma, kemungkinan sampah akan nyangkut dan menumpuk bisa juga terjadi.

Nah, melihat penyebab yang barusan, kira-kira kalo banjir harus menyalahkan siapa ? Apa menyalahkan instansi yang melakukan pemeliharaan saluran drainase ? Tentunya enggak fair dong ya … Silahkan saja rasakan sendiri, kira-kira apa yang harus diperbaiki.

Intinya, mari kita sama-sama menjaga saluran drainase. Menjaga agar drainase dapat menjalankan tugasnya mengalirkan air limpasan. Tentunya dengan tidak menjadikannya tempat sampah atau tempat membuang tanah atau sejenisnya. Selain itu, mari kita bangkitkan lagi gotong royong membersihkan saluran drainase dari gulma.

Dengan upaya-upaya itu, semoga meskipun curah hujan lumayan tinggi, tidak terjadi banjir ya ….

Memotret Iring-iringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Ini adalah sebenarnya adalah stok foto lama. Saya memotret iring-iringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika beliau berkunjung ke Tasikmalaya pada tanggal 25 September 2010. Karena kecerobohan saya, waktu itu sempat ditegur petugas dan diminta identitas, karena memotret pada tempat yang tidak seharunya hehehe….
Peralatan yang dipergunakan seperti biasa, standar saja :
Kamera : Canon EOS1000D
Lensa : Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS II
Filter : UV

Berikut ini hasilnya :

Egoisme Fotografer

Seringkali ketika saya hunting sesuatu, terutama di tempat umum yang spot-nya menarik, selalu saja dipenuhi oleh puluhan bahkan ratusan fotografer. Karena semuanya tentunya ingin mengabadikan moment dan angle terbaik. Tidak jarang mereka saling menghalangi satu sama lain, karena berjubel.

Tetapi apa karena status-nya sebagai seorang fotografer sehingga merasa memiliki privilege yang akibatnya mengabaikan hak orang lain yang juga ingin menikmati atau sekedar memotret subyek yang sama ?. Terkadang, banyak sekali fotografer yang dengan egoisnya menghalangi juru foto yang lain.

“Moncong” lensa yang semakin maju dan maju yang akan menghalangi prosesi dan panggung kehormatan

Saya terkadang yang merasa ingin memberikan kesempatan kepada fotografer (yang memiliki ID card fotografer hehehe …) untuk memotret, justu malah saya terhalangi. Akhirnya terpancing untuk berdiri dan akhirnya menghalangi yang lain karena ukuran badan saya dan bawaan saya lumayan gede hahaha …

Pengalaman memotret yang menurut saya “menyejukan” adalah ketika memotret sunrise di Bromo. Penanjakan 1 adalah spot sejuta umat, fotografer dari berbagai belahan dunia berusaha memotret di tempat terbaik. Nah, di sana, justru saya merasa tidak nampak ke-egois-an. Mereka nampak memotret bergilir secara teratur dan tidak saling menghalangi.

Dari 2 pengalaman yang bertolak belakang tadi itu, saya mencoba memahami hobi saya memotret. Saya bilang hobi, karena saya tidak mencari uang dari kesenangan saya itu hehehe … Alangkah bijaksananya ketika kita menenteng kamera mahal sekalipun, berilah kesempatan kepada setiap orang yang ingin memotret, jangan saling menghalangi.

Ketika tidak saling berebut itulah, akhirnya kan semua orang akan mendapat foto terbaik menurut pandangan masing-masing.

Sekedar sharing pendapat pribadi lho ya … ditunggu komentarnya hehehe ….